SISTEM NAMA PANGGILAN DALAM ETNIS SASAK (PERSONAL ADDRESSINGCALLING SYSTEM IN SASAK COMMUNITY)

Lalu Erwan Husnan

Abstract


Abstract
Sasak ethnic community have a unique addressingcalling system. It does not only consist of a name given by parents. They also have a new name after getting married and another name as a nick name given by others in the society. The nick name was given based on subjective assessments by others. It has to fully understand Sasak ethnic social context to compose a nick name. Some of the personal addressing system have linguistic patterns but some other are arbitrary. This paper uses descriptive qualitative method. Data were collected via interviews and recordings in different locations based on Sasak dialectal spread. The names are slightly different from its original form through phonological change called paragog, prothesis, epenthesis, mixing, and arbitrary.

Abstrak
Masyarakat Sasak memiliki sistem panggilan yang unik. Sistem panggilan dalam masyarakat Sasak tidak hanya menggunakan nama diri yang diberikan oleh orang tua, tetapi juga perubahan nama karena status perkawinan dan nama panggilan pemberian orang lain atau masyarakat sekitarnya. Pemberian nama terakhir sebagai panggilan diberikan berdasarkan pandangan seseorang atau masyarakat secara subjektif. Penggunaan nama sebagai sistem panggilan harus memahami konteks sosial etnis Sasak. Nama panggilan ini ada yang dapat ditelusuri polanya secara kebahasaan dan ada juga yang arbitrer (manasuka). Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk melakukan kajian ini. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dan rekam di beberapa daerah pengamatan dengan mempertimbangkan sebaran dialektal bahasa Sasak. Nama panggilan yang ditemukan mengalami perubahan bunyi dari bentuk aslinya. Perubahan bunyi yang terjadi berbentuk paragog, protesis, epentesis, campuran, dan arbitrer.


Keywords


sistem panggilan, Sasak, nama, sosial

Full Text:

PDF

References


Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia V 0.4.0 Beta (Daring).

Husnan, L. E. (2010a). Alus Language of Sasak is Greatly Influenced by Bali and Java. Proceeding Seminar Internasional V Austronesia.

Husnan, L. E. (2010b). Cara Pandang Masyarakat Sasak terhadap Sesamanya yang Tercermin dalam Bahasanya: Suatu Kajian Etnolinguistik. Mabasan Vol. 4, 2.

Husnan, L. E. (2011). Alus Endeuk dalam Sistem Tutur Masyarakat Sasak. Mabasan Vol. 5, 2.

Jamaludin, A. N. (2015). Sistem Kekerabatan Masyarakat Kampung Sawah di Kota Bekasi. El Harakah Vol. 17 No. 2, 2.

Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat. (2014). Peta Bahasa Daerah Provinsi NTB.

Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2019). Kamus Indonesia-Sasak. Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mahsun. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Tahap Strategi, Metode, dan Tekniknya (Revisi). Rajawali Pers.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis (Pertama). Sanata Dharma University Press.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D (21st ed.). ALFABETA.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v19i1.742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

SINTAGoogle ScholarOCLC World CatISJDGARUDAPKP IndexCrossref 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz