Sikap Berbahasa para Remaja Berbahasa Sunda di Kabupaten Bandung: Suatu Kajian Sosiolinguistik

NFN Wagiati, Sugeng Riyanto, NFN Wahya

Abstract


This writing describes the language attitude of the Sundanese-speaking teenagers in
Bandung regency using qualitative method. It analyzes the use of Sundanese language
in six domains of communication, namely the domain of kinship, neighborhood,
close relations, education, transactions, and government. The language attitude in
question is measured by the use of Sundanese: the more Sundanese is used in the
conversation, the more positive the user’s language attitude. Based on the amount of
Sundanese use in every aspect, the result showed that Sundanese-speaking teenagers
in Bandung regency showed positive attitude toward Sundanese language on four
communication domains, namely kinship domain, closeness domain, neighborhood
domain, and transaction domain. As for the other two domains, namely education
and government, the Sundanese-speaking teenagers in Bandung regency display a
negative attitude towards the Sundanese language.

 

Abstrak
Penelitian ini mendeskripsikan sikap berbahasa para remaja berbahasa Sunda di
Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Analisis
dibagi menjadi penggunaan bahasa Sunda pada enam ranah komunikasi, yaitu ranah
kekeluargaan, ketetanggaan, kekariban, pendidikan, transaksi, dan pemerintahan.
Untuk mengukur sikap bahasa yang dimaksud, dipakai ukuran penggunaan bahasa
Sunda: semakin banyak bahasa Sunda digunakan di dalam situasi percakapan, semakin
positif sikap si pemakai itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan
intensitas penggunaan bahasa Sunda pada setiap ranah, dapat disimpulkan bahwa
para remaja berbahasa Sunda di Kabupaten Bandung menunjukkan sikap bahasa

yang positif terhadap bahasa Sunda pada empat ranah komunikasi, yaitu ranah
kekeluargaan, ranah kekariban, ranah ketetanggaan, dan ranah transaksi. Adapun
pada dua ranah lainnya, yaitu ranah pendidikan dan ranah pemerintahan, para remaja
berbahasa Sunda di Kabupaten Bandung menampilkan sikap yang negatif terhadap
bahasa Sunda.


Keywords


sikap bahasa; ranah; sosiolinguistik

Full Text:

PDF

References


Anderson, A. Edmund. 1974. “Language Attitudes, Belief, Values: A Study Linguistic Cognitive

Framework. Disertation of Georgetown University Washington D.C.

Darmayanti, Nani. 2012. Bahasa Sunda dan Sistem Komunikasi. Bandung: FIB Press.

Fasold, Ralph. 1990. The Sociolinguistics of Society. Oxford: Basil Blackwell.

Garvin, P.L. dan M. Mathiot. 1968. “The Urbanization of the Guarani Language: A Problem in

Language and Culture.” In A.F.C Wallace (Ed.) Men and Cultures: Selected Papers of the

Fifth International Congress of Anthropological and Ethnological Sciences. Philadelphia,

PA: University Pennsylvania Press, hlm. 783 ̶ 790.

Kridalaksana, H. 2009. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lambert, Wallace E. 1967. “A Social Psychology of Bilingualism”. Journal of Social Issues, 23 (2),

̶ 109.

Suandi, I Nengah. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada University

Press.

Sugiyono. 2014. “Sikap Bahasa Masyarakat Perkotaan di Kalimantan”. Laporan Penelitian, Badan

Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta.

Sumarsono. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i2.62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz