HUMOR PORNOGRAFI DALAM TATARUCINGAN ‘TEKA-TEKI SUNDA’ (PORNOGRAPHIC HUMOUR IN TATARUCINGAN ‘SUNDANESE RIDDLES’)

Hera Meganova Lyra, Wahya Wahya, R Yudi Permadi

Abstract


This writing describes pornographic humour conveyed in tatarucingan ‘Sundanese riddles’. I focuses on pornographic connotation and types of pornographic humour existing in tatarucingan. The method used was descriptive one with theoretical analysis by Sukatman (2009) combined with Danandjaja (1984), Rahmanadji (2007), Yuniawan (2007), and Mulia (2014). The result shows that the pornographic connotation in tatarucingan conveyed in the questions or answers of the tatarucingan ‘riddles’. I means that the pornographic connotation may be conveyed in the questions
and may also be in the answers of the riddles. The types of pornographic connotation include rational-answer humour, logic games humour, pseudo-incoherence humour, sound games humour and metaphorical humour.

 

Abstrak
Penelitian ini mendeskripsikan humor pornografi yang terdapat dalam tatarucingan ‘teka-teki Sunda’. Masalah yang dikaji meliputi konotasi pornografi dan jenis humor pornografi yang terdapat dalam tatarucingan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan kajian menggunakan analisis teori Sukatman (2009) yang diekletikkan dengan teori Danandjaja (1984), Rahmanadji (2007), Yuniawan (2007), dan Mulia (2014). Hasil penelitian menunjukkan konotasi pornografi yang terdapat dalam tatarucingan muncul pada pertanyaan atau jawaban tatarucingan. Dalam arti, konotasi pornografi ada yang muncul dalam pertanyaan,
ada pula yang muncul dalam jawaban tatarucingan. Humor pornografi jika dilihat dari jenisnya meliputi humor rasionalitas jawaban, humor permainan logika, humor ketidaklogisan semu, humor permainan bunyi, dan humor bermetafora.


Keywords


teka-teki, humor, pornografi, dan bahasa Sunda

Full Text:

PDF

References


Danandjaja, James. 1984. Foklor Indonesia. Ilmu Gosip, Dogeng, dan lain-lain. Jakarta: PT Grafiti Press.

Djajasudarma, Fatimah. 2010. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: Refika Aditama

Lyra, Hera Meganova. 2010. “Diksi Penanda Erotisme dalam Tatarucingan” dalam Buku Krisis Manusia Moderen, Berbagi Narasi Pergaulan Identitas Budaya. Bandung: Sastra Unpad Press.

Lyra, Hera Meganova, dkk. 2018. “Penyimpangan Unsur Keambiguan dalam Teka-Teki Sunda” dalam Jurnal Etnolingual Volume 2 Nomor 1. Surabaya: Universitas Airlangga.

Mulia, Agus. 2014. “Humor dalam Masyarakat Medan” dalam Jurnal Medan Makna Volume 12 Nomor 2, Desember 2014

Rakmanadji, Didik. 2007. “Sejarah, Teori, Jenis, dan Fungsi Humor” dalam Jurnal Bahasa dan Seni Volume 3 Nomor 2 Agustus 2007. Malang: Universitas Negeri Malang

Sukatman. 2009. Butir-butir Tradisis Lisan Indonesia. Pengantar Teori dan Pembelajaran. Yogyakarta: LaksBang Presindo.

Young Ho, Im. (2002). Gejala Unsur Keambiguan dalam Wacana Teka-teki. Jurnal ATL No 8 Vol. 7, Desember 2002

Yuniawan, Tommi. 2007. “Fungsi Asosiasi Pornografi dalam Wacana Humor” dalam Jurnal Lunguitika Volume 14 Nomor 27, September 2007. Semarang: Universitas Negeri Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v18i1.509

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

SINTAGoogle ScholarOCLC World CatISJDGARUDAPKP IndexCrossref 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz