MEREMAJAKAN BAHASA DAYAK NGAJU

R Hery Budhiono

Abstract


SEBAGAI bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar dan fungsinya sebagai lingua
franca, bahasa Dayak Ngaju (BDNg) memegang peran yang sangat strategis. Oleh karena
itu, pembakuan dan pendokumentasiannya harus berjalan dengan baik. Yang tidak kalah
penting adalah upaya regenerasi penutur sebab semakin jarang anak-anak yang menuturkan
BDNg dalam keseharian mereka. Di sisi lain semakin banyak pula sekolah yang tidak
mengajarkan BDNg sebagai mata pelajaran muatan lokal. Untuk mengetahui sejauh mana
sikap dan kecintaan penutur BDNg yang sedikit banyak tecermin dari pilihan bahasanya,
penulis mencoba menjaring data dengan kuesioner pada beberapa kelompok responden,
yaitu siswa SD di Kota Palangkaraya, siswa SMA di Kota Kualakurun, dan mahasiswa
Universitas Palangkaraya. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan
BDNg dan sekaligus menawarkan langkah-langkah alternatif untuk meremajakan BDNg.
Metode yang digunakan adalah metode survei dengan triangulasi data di lapangan.
Berdasarkan analisis data, didapatkan bahwa penutur BDNg masih relatif mencintai
bahasanya, tetapi upaya untuk menguatkan kecintaan tersebut harus terus dilakukan.
Penulis selanjutnya mengusulkan langkah peremajaan BDNg supaya para penutur dan
calon penutur lebih bersemangat dalam mempelajari BDNg.


Keywords


sikap bahasa, pilihan bahasa, peremajaan bahasa

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v12i1.44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

SINTAGoogle ScholarOCLC World CatISJDGARUDAPKP IndexCrossref 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz