KAULINAN BARUDAK SUNDA SEBAGAI MANIFESTASI PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DI KABUPATEN BANDUNG (SUNDANESE CHILD PLAY (KAULINAN BARUDAK SUNDA) AS A MANIFESTATION OF SUNDANESE LANGUAGE MAINTENANCE IN BANDUNG REGENCY)

Wagiati Wagiati, Nani Darmayanti, Duddy Zein

Abstract


Abstrak
Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk pemertahanan bahasa Sunda dalam kaulinan barudak Sunda di Kabupaten Bandung dan menjelaskan faktor-faktor penentu yang memengaruhi proses pemertahanan bahasa tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa sistem permainan tradisional Sunda, khususnya yang memiliki unsur lingual berupa nyanyian berbahasa Sunda di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk pemertahanan bahasa Sunda pada kaulinan barudak Sunda di
Kabupaten Bandung terlihat jelas dari adanya penggunaan lirik-lirik berbahasa Sunda dalam proses permainannya. Beberapa bentuk permainan yang mengandung lirik nyanyian berbahasa Sunda di antaranya adalah cingciripit, oray-orayan, ucangucang angge, dan hompimpah. (2) faktor penentu proses pemertahanan bahasa Sunda pada kaulinan barudak Sunda di Kabupaten Bandung adalah (a) konsentrasi penutur, (b) kesinambungan pengalihan bahasa ibu, (c) loyalitas terhadap bahasa ibu. (d) khazanah bahasa golongan muda, dan (e) menjaga identitas kultural.


Keywords


pemertahanan bahasa; manifestasi; kaulinan barudak Sunda

Full Text:

PDF

References


Arimi, Sailal. (1998). Basa-basi dalam Masyarakat Bahasa Indonesia. Tesis Program Pascasajana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Darheni, Nani. (2016). “Gaya Bahasa Perbandingan Dalam Lirik Tembang Cianjuran: Ekspresi Karakter Masyarakat Sunda di Jawa Barat” dalam Metalingua Vol. 14 No. 1, Juni 2016. Hlm. 83-102.

Djojosuroto, K. dan M.L.A. Sumaryati. (2004). Prinsip-Prinsip Dasar Pedalam Penelitian

Bahasa dan Sastra. Bandung: Nuansa.

Hidayat, R.T. (2005). Peperenian Urang Sunda. Bandun: Kiblat Buku Utama.

Lyra, Hera Meganova, dkk. (2016). “Citra Hate ‘hati’ dalam Metafora Orientasional dalam Bahasa Sunda” dalam Metalingua, Vol. 14 No. 2, Desember 2016. Hlm. 167-176.

Milroy, Lesley. (1978). Observing and Analysing Natural Language: A Critical Account of Sociolinguistics Method. Oxford: Brasill Blacwell.

Muhadjir, Noeng. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi III). Yogyakarta: Rakesarasin.

Poedjosoedarmo, Soepomo. (1982). “Kode dan Alih Kode” dalam Jurnal Widyaparwa No. 22 Tahun 1982. Yogyakarta: Balai Penelitian Bahasa, halaman 1-4.

Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Metodologi Penelitian: Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Rochman, Fathur. (2003). “Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik di banyumas”. Disertasi. Yogyakarta: UGM Yogyakarta.

Saini K.M. (2005). “Kearifan Lokal di arus Global”, dalam Pikiran Rakyat, Edisi 30 Juli 2005.

Sudaryanto. (1990). Metode Linguistik ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

__________. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa, Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Suwito. (1985). Sosiolinguistik, Pengantar Awal. Surakarta: Henary Offset.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v17i2.306

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz