ALAM PAPASANGAN: REPRESENTASI NILAI KASUNDAAN DALAM POKO JAMPE (CONCEPT OF COUPLENESS: SUNDANESE VALUES IN THE SPELL OF POKO JAMPE)

Dheka Dwi Agustiningsih, Ani Rostiyati

Abstract


Poko Jampe is one of the spells that developed in Baduy society. The spell was uttered by a Puun (chief of Baduy) without certain rituals. The purpose of this study is to analyze the Poko language style, namely the concept of “babalikan pungkasmuhu” which is a reduplication of sound, syllable, word or even the inal phrase of an array that is reused as the beginning of sound, syllables, words, or even the next phrase of Poko Jampe. The method used in this paper is qualitative descriptive method. The result showed that the language style of the multiplication of the “muhu” is about things that are paradoxical, dualistic, or the nature of coupleness, which generates the third entity, namely the forces (transcendent) that human need to obtain a balance life.


Abstrak
Poko Jampe adalah salah satu mantra yang berkembang di masyarakat Baduy. Jampe ini diujarkan oleh seorang puun (kepala adat Baduy) tanpa ritual tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis gaya bahasa poko yaitu babalikan pungkas-muhu yang merupakan perulangan bunyi, suku kata, kata, atau bahkan frasa akhir sebuah larik yang digunakan kembali sebagai awal bunyi, suku kata, kata atau bahkan frasa larik selanjutnya dalam poko jampe. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian mengenai gaya bahasa babalikan pungkasmuhu ini menunjukkan hal-hal yang paradoks, dualisme, atau alam papasangan yang dapat menghadirkan entitas ketiga, yaitu daya-daya (transenden) yang diperlukan manusia untuk memperoleh keseimbangan hidup.


Keywords


babalikan pungkas-muhu; kawih kaulinan budak; jampe; values; Sunda; babalikan pungkas-muhu; kawih kaulinan budak; jampe; nilai; Sunda

Full Text:

PDF

References


Agustiningsih, Dheka Dwi. 2017. “Langue Bahasa Indonesia untuk Mengembangkan Kreativitas

Mahasiswa, Semantik Volume 6, Nomor 2.Tersedia di http://www.e-journal.stkipsiliwangi.

ac.id/index.php/semantik/article/view/490/366

Aminuddin. 1995. Stilistika. Semarang: IKIP Semarang Press.

Danandjaja, James. 2002. Folklor Indonesia. Jakarta: Graiti.

Ekadjati, Edi S. 2000. Ensiklopedia Sunda, Alam, Manusia, dan Budaya. Dedikbud. Jakarta: Pustaka

Jaya.

Henry Guntur Tarigan, 1985. Pengajaran Semantik. Bandung penerbit Angkasa.

Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat dkk. 1993. Masyarakat Terasing di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat. 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Motik, Faizal. 2006. “Ayang-ayang Gung”, Nasihat Buat Pemimpin. http://www.pikiran-rakyat.com/

cetak/2006/082006/16/0105.htm

Mudji Rahardjo, Djoko dan Yuke Sri Rahayu. 2002. Urang Kanekes di Banten. Jakarta: Badan

Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata.

Nurjamilah, Ai Siti. 2015. “Mantra Pengasihan: Telaah Struktur, Konteks, Penuturan, Fungsi dan

Proses Pewarisannya”. Riksa Bahasa Volume 1, Nomor 2.

Priarana, Suwardi Alamsyah. 1986. “Jampe sebagai Karya Sastra Satu Kajian Struktur Puisi”. Skripsi

Sarjana tidak diterbitkan. Bandung: Universitas Padjajaran

Sam, Suhandi dkk. 1986. Tata Kehidupan Masyarakat Baduy Daerah Jawa Barat. Jakarta: Depdikbud

Sumardjo, Jakob. 2004. Hermeneutika Sunda. Bandung: Kelir.

Sumardjo, Jakob. 2006. Estetika Paradoks. Bandung: Sunan Ambu Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v16i2.277

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz