DERIVASI BAHASA LAMAHOLOT DIALEK BAIPITO (DERIVATION OF LAMAHOLOT LANGUAGE OF BAIPITO DIALECT)

Christina Terentje Weking

Abstract


Sebuah kata dalam bahasa Indonesia secara morfologi dibentuk dengan penambahan afiksasi sehingga kata tersebut mengalami perubahan bentuk dan makna yang dikenal dengan derivasi. Bahasa Lamaholot Dialek Baipito (BLDB) pun mengalaminya. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik agih. Teori yang digunakan adalah teori Morfologi Generatif yang dikemukakan oleh Aronnoff (2011) dan Booij (2005) mengenai pembentukan kata. Adapun tujuan untuk mengetahui: 1) kelas kata apa saja dalam BLDB yang mengalami proses derivasi; 2) bagaimana proses derivasi pada setiap kelas kata dalam BLDB; 3) bagaimana kaidah derivasi dalam BLDB; 4) apa makna yang timbul dari proses derivasi BLDB. Hasil penelitian ini adalah kelas kata yang mengalami derivasi yakni verba, adjektiva, dan nomina.  Derivasi verba yaitu perubahan kelas kata dari kelas kata dasar verba menjadi nomina (nomina deverbal) dan perubahan kelas kata verba menjadi adjektiva (adjektiva deverbal). Derivasi adjektiva yaitu perubahan kelas kata dari kata dasar adjektiva menjadi nomina (nomina deadjektival) dan perubahan dari kelas kata adjektiva menjadi kelas kata verba (verba deadjektival). Derivasi nomina, yaitu perubahan kelas kata dari kelas kata nomina sebagai kata dasar menjadi kelas kata verba (verba denominal). Temuan lain dalam penelitian ini adalah derivasi bentuk lain dan derivasi zero. Proses yang menyebabkan terjadinya derivasi dalam BLDB ini karena adanya penambahan leksem lain berupa afiks-afiks, yaitu prefiks be-, ke-, pe(N)-;  infiks -en-, -em-, -el-; sufiks -n; dan konfiks be--n. Perubahan bunyi ini, tidak banyak perubahan dan mengganggu pengucapan atau tuturan karena bunyi-bunyi fonem yang berubah terletak pada daerah artikulasi yang sama. Proses derivasi yang terjadi ini, secara umum dapat dikaidah. Makna yang ditimbulkan akibat derivasi BLDB juga berubah sesuai dengan yang dinyatakan oleh kata dasar.

 

Kata Kunci: Afiksasi, Derivasi, Verba, Nomina, Adjektiva, Bahasa Lamaholot dialek Baipito


Full Text:

PDF

References


Aronoff, Mark. 1976. Word Formation in Generative Grammar. Cambridge: Massachusets Institute of Technologi, The MIT Press.

Aronoff, Mark. Kirsten Fudeman. 2011. What is Morphology: second edition. Edition history: Blackwell Publishing Ltd.

Badan Bahasa. 2013. Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia: Edisi Kedua. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Booij, Geert. 2005. The Grammar of Words: An Introduction to Linguistic Morfology. Oxford: Oxforf University. Diunduh dari laman google cendekia: https://scholar.google.co.id/ atau http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/[Geert_Booij]_The_Grammar_of_Words_An_Introductio(BookFi).pdf. hari Rabu, tanggal 7 Februari 2018, pukul 10.40

Blust, Robert. 2013. The Austronesia Languanges. Canberra: Asia-Pacific Linguistics. Diunduh dari laman google cendekia: https://scholar.google.co.id/, hari Rabu, tanggal 7 Februari 2018, pukul 10.00

Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Himmelman, Nikolas. 2005. The Austronesian Languages of Asia and Madagascar: Typological Characteristics. In Adelaar, K. A. & Himmelmann, N. P. (Eds.), The Austronesian languages of South East Asia and Madagascar. London: Routledge. Diunduh dari laman google cendekia: https://scholar.google.co.id/, hari Rabu, tanggal 7 Februari 2018, pukul 10.00.

Katamba, Francis. 1994. English Words. London and New York: Routledge. Diunduh melalui laman http://gen.lib.rus.ec/, hari Senin 7 April 2018, pukul 10.00 WIB.

Kroon, Yosep B. 2016. A Grammar of Solor - Lamaholot; A Language of Flores, Eastern Indonesia. Sebuah Disertasi. Adelaide: University of Adelaide.. Diunduh dari laman google cendekia: https://scholar.google.co.id/, hari Rabu, tanggal 7 Februari 2018, pukul 10.00

Matthews, P.H. 1974. Morphology: An Introduction to The Theory of Word Structure. London: Cambridge University Press.

Michels, Mark. 2017. Western Lamaholot: A Cross-Dialectal Grammar Sketch. Thesis for the Research MA Linguistics, Faculty of Humanities, Universiteit Leiden. Diunduh dari https://open ciccess.leidenuniv.nl/bitstream/handle/ 1887/52580/westerenlamaholot (difinite). pdf?sequence=1, tanggal 4 Juni 2018, pukul 13.00 Wita.

Musgrave, Simon. 2007. Typology and Geography of Eastern Indonesia. Sebuah Artikel yang dipresentasikan tahun 2017 dalam Conference of the Australian Linguistic Society, di University of Adelaide. Diunduh dari laman google cendekia: https://scholar.google.co.id/, hari Rabu, tanggal 7 Februari 2018, pukul 10.20

Nagaya, Naonori. 2011. The Lamaholot language of eastern Indonesia. Sebuah Disertasi. Houston, Texas: Rice University. Diunduh dari laman google cendekia: https://scholar.google.co.id/, hari Rabu, tanggal 7 Februari 2018, pukul 10.30

Verhar, J. W. M. 2010. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v16i2.263

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz