BAHASA PEREMPUAN DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY (WOMEN’S LANGUAGE ON “BIDADARI BERMATA BENING” NOVEL BY HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY)

Dina Ramadhanti, Diyan Permata Yanda

Abstract


Abstract
Woman’s language is a representation system reflecting woman’s views of the world. Such language can be found in oral and written texts, e.g.: novel. In the novel, female language containing certain ideology is identifiable through the interpretation of its vocabularies and grammar. Woman’s choice of words represents certain ideology and her views of life. In this writing, such ideology in woman’s vocabularies and grammar in the novel is studied using qualitative approach and content analysis method based on Fairclough’s theory developed by Santoso. Generally, woman’s
language in the novel shows a modern and brave point of view of an Islamic boarding school woman to face every conflict in her life. The novel taught us that only knowledgeable and strongly virtuous woman that can withstand and defend her rights among the dominant and powerful people around her. It is shown in her use of words and choice of grammar.

Abstrak
Bahasa perempuan adalah suatu sistem representasi yang mencerminkan cara pandang perempuan terhadap dunia, yang dapat muncul dalam teks lisan ataupun tulisan. Dalam teks tulisan, misalnya novel, bahasa perempuan yang mengandung ideologi tertentu dapat diidentifikasi dengan menafsirkan kosakata dan gramatikanya. Pilihan bahasa yang digunakan perempuan melambangkan ideologi tertentu dan cara pandangnya terhadap kehidupan di mana pun ia berada. Dengan menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, ideologi yang terkandung dalam bahasa perempuan, khususnya di dalam novel, dikaji berdasarkan kosakata dan gramatika menggunakan teori Fairclough yang dikembangkan oleh Santoso. Secara umum, bahasa yang digunakan perempuan dalam novel Bidadari Bermata Bening menunjukkan cara pandang seorang perempuan lulusan pesantren yang berpikiran modern dan berani menghadapi setiap konflik dalam hidupnya. Novel ini mengajarkan bahwa hanya perempuan yang memiliki pengetahuan dan keyakinan agama yang kuatlah yang dapat mempertahankan dan memperjuangkan hak-haknya
di tengah dominasi dan kekuasaan orang-orang di sekitarnya. Caranya tampak dari penggunaan kosakata dan pemilihan gramatikanya.


Keywords


bahasa; perempuan; novel; language; woman; novel, vocabulary; grammar

Full Text:

PDF

References


El-Shirazy, Habiburrahman. 2017. Bidadari Bermata Bening. Jakarta: Republika.

Eriyanto. 2011. Analisis Wacana Kritis: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKis.

Fairclough, Norman. 2001. Language and Power. 2nd Edition. London & New York: Routledge.

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ricoeur, Paul. 2012. Teori Interpretasi: Memahami Teks, Penafsiran, dan Metodologinya. Yogyakarta: IRCiSoD.

Santoso, Anang. 2011. Bahasa Perempuan: Sebuah Potret Ideologi Perjuangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Saussure, Ferdinand de. 1961. Course in General Linguistics. Ed. Charless Bally and Albert Sachaye, revised English Ed. Collins 1974.

Munjin. (2008). Ekspresi Bahasa Dan Gender : Junal Studi Gender Dan Anak, 3(2).

Sholikhah, H. A. (2015). Bahasa Pria dan Wanita: Kajian Sosiolinguistis pada Mahasiswa Universita PGRI Palembang. Lentera, 2(3), 23–34.

Wibowo, P. A. W. (2012). Bahasa dan Gender. LITE, 8(1), 15–23.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v17i1.245

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz