SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA BALI (KINSHIP ADDRESSES IN BALINESE LANGUAGE)

I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, makna, dan faktor sosial penyebab perbedaan sapaan kekerabatan dalam bahasa Bali. Data berupa kalimat yang mengandung sapaan kekerabatan dikumpulkan dengan menerapkan metode cakap dan simak. Data diperoleh dari penutur bahasa Bali, pustaka-pustaka bahasa Bali, dan intuisi penulis sebagai penutur bahasa Bali. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan ganti, dan metode padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan bentuk lingualnya, sapaan kekerabatan berupa kata dan memiliki variasi bentuk. Makna sapaan mengacu pada referen berupa kerabat yang dibedakan atas kekerabatan yang diperoleh dari garis keturunan dan perkawinan. Terdapat sebuah sapaan yang mengacu pada banyak referen kerabat, ragam sapaan untuk satu referen kerabat, dan sebuah sapaan untuk satu referen kerabat. Masing-masing sapaan kekerabatan memiliki perbedaan didasarkan atas faktor keformalan, jenis kekerabatan, umur, status pernikahan, jenis kelamin, dan status sosial.

Keywords


sapaan; kekerabatan; bentuk; makna; faktor

Full Text:

PDF

References


Asmarajaya, I Made. (2017). “Sistem Kekerabatan Kepurusa di Bali.” Jurnal Advokasi FH Unmas Vol. 7 No. 1 September 2017.

Chaer, Abdul. (2000). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Bharata Karya Aksara.

Holmes, Janet. (2008). An Introduction to Sociolinguistics (Edisi Ketiga). Essex: Pearson Education Limited.

Input Bali. (2015). “Mengetahui Makna dan Sejarah Kawitan di Bali”. http://inputbali.com/budaya-bali/mengetahui-makna-dan-sejarah-kawitan-di-bali diunduh pada tanggal 10 Mei 2018, Pukul 10.14 WIB.

Kamajaya, I Ketut Agus Adi. (2014). “Struktur Semantik Pronomina Persona dalam Sistem Sapaan Bahasa Bali.” Linguistika Vol. 21 Maret 2014.

Kridalaksana, Harimurti. (1982). Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Jakarta: Nusa Indah.

______. (2008). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Saleh, Raja. (2017). “Bentuk Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Banjar di Tembilahan, Riau. Madah Vol. 8 No. 1 April 2017.

Sari, Nika, Ermanto, dan Nasution, Muhammad Ismail. (2013). “Sistem Kata Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Melayu di Kepenghuluan Bangko Kiri Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 Maret 2013.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Temaja, I Gede Bagus Wisnu Bayu. (2017). “Sistem Penamaan Orang Bali.” Humanika Vol. 24 No. 2 Desember 2017.

Wibowo, Ridha Mashudi dan Retnaningsih, Agustin. (2015). “Dinamika Bentuk-Bentuk Sapaan Sebagai Refleksi Sikap Berbahasa Masyarakat Indonesia. Humaniora Vol. 27 No. 3 Oktober 2015.

Wijana, I Dewa Putu. (1991). The Use of Terms of Address in Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Wijana, I Dewa Putu dan Rohmadi, Muhammad. (2006). Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v16i2.238

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz