PASIF PERIFERAL: STRUKTUR ERGATIF DALAM BAHASA INDONESIA

Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka

Abstract


UNTIL today, passive voices are characterized by the use of (1) the prefix di-, (2)
the prefix ter-, (3) the prefix ke-, and (4) personal pronouns + nonprefixed verb.
Number (1) is the original passive form, while number (2), (3), and (4) are
peripheral passive forms. Peripheral passive can be distinguished by the form of
anti-active and ergative although they both cannot be reversed into their active
voice. This article will only discuss the ergative from in Indonesian, while the
goal is to describe the form of ergative structure in Indonesian. The method being
used is inferential descriptive method that not only describe the form and the
characteristics of ergative in Indonesian language but also to analyze it. It is
shown that the ergative structure in Indonesian was different from the passive
structure. The original passive structure can be reformed into the active structure
as passive form is essentially an elaboration of the active form. However, the
ergative structure cannot be returned into the active form because the form is not
derived from the active structure. The ergative form is dominantly characterized
by the use of personal pronouns + verb without prefix as predicate in the sentence.

 

Abstrak
SELAMA ini bentuk pasif ditandai dengan penggunaan (1) prefiks di-, (2) prefiks ter-,
(3) prefiks ke-, dan (4) pronominal persona+verba takberprefiks. Bentuk (1)
merupakan pasif asli, sedangkan bentuk (2), (3), dan (4) merupakan pasif periferal.
Pasif periferal pun dapat dibedakan atas antiaktif dan ergatif meskipun keduanya samasama
tidak dapat dikembalikan ke bentuk aktif. Artikel ini hanya membahas bentuk
ergatif dalam bahasa Indonesia, sedangkan tujuannya adalah mendeskripsikan wujud
struktur ergatif dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif inferensial yang bukan hanya memaparkan bentuk dan ciri ergatif dalam
bahasa Indonesia melainkan juga menganalisis dan menyimpulkannya. Hasilnya diketahui
bahwa struktur ergatif dalam bahasa Indonesai ternyata berbeda dengan struktur pasif.
Struktur pasif asli dapat dikembalikan ke struktur aktif karena bentuk pasif pada dasarnya
merupakan penjabaran bentuk aktif, sedangkan struktur ergatif tidak dapat dikembalikan
ke bentuk aktif karena bentuk itu memang tidak diturunkan dari struktur aktif. Bentuk
ergatif lebih dominan ditandai dengan penggunaan pronomina persona + verba tanpa
prefiks sebagai predikat kalimat.


Keywords


struktur, pasif, ergatif, pronomina persona; structure, passive, ergative, personal pronouns

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan et al. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Bahasa.

Artawa, Ketut. 1996. “Keergatifan Sintaksis dalam Bahasa: Bali, Sasak, dan Indonesia”. Dalam Soenjono

Dardjowidjojo (Ed.). 1997. Pellba 10. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Cartier, Alice. 1979. “Kalimat Berverba Transitif yang Mengalami Pemudaran Diatesis di dalam Bahasa

Indonesia Ragam Formal”. Dalam Bambang Kaswanti Purwo (Ed.). 1989. Serpih-Serpih Telaah

Pasif Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Chung, Sandra. 1976. “Ihwal Dua Konstruksi Pasif di dalam Bahasa Indonesia”. Dalam Bambang Kaswanti

Purwo (Ed.). (1989). Serpih-Serpih Telaah Pasif Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit

Kanisius.

Comrie, B. 1984. “Ergativity”. Dalam Lehman, W.B. (Ed.) Syntactic Typology: Studies in The

Phenomenology of Language. Austin: The University of Texas.

Dixon, R.M.W. 1994. Ergativity. Cambridge: Cambridge University Press.

Hopper, Paul J. 1983. “Ergatif, Pasif, dan Aktif di dalam Naratif Bahasa Melayu”. Dalam Bambang

Kaswanti Purwo (Ed.). 1989. Serpih-Serpih Telaah Pasif Bahasa Indonesia. Yogyakarta:

Penerbit Kanisius.

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Purwo, Bambang Kaswanti (Ed.). 1989. Serpih-Serpih Telaah Pasif Bahasa Indonesia. Yogyakarta:

Penerbit Kanisius.

Sudaryanto. 1983. Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia: Keselarasan Pola Urutan. Jakarta:

Jambatan.

Sudaryanto. 2003. Metode dan Aneka Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Duta Wacana University

Press.

Verhaar, John W.M. 1983. “Keergatifan Sintaksis di dalam Bahasa Indonesia Modern”. Dalam Bambang

Kaswanti Purwo (Ed.). 1989. Serpih-Serpih Telaah Pasif Bahasa Indonesia. Yogyakarta:

Penerbit Kanisius.

Verhaar, John W.M. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v14i2.199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz