STRATEGI TINDAK TUTUR IMPERATIF BAHASA BANJAR

Rissari Yayuk

Abstract


THIS writing aimed to describe the speech acts strategies of Banjar language.
Issues raised to discuss herein are the form of imperative speech act in Banjar
language and the strategies of imperative speech acts in Banjar language. It
uses qualitative descriptive approach and uses recording and documenting
techniques to collect the data. The result showed that the forms of imperative
speech acts in Banjar language are imperative speech acts of request, imperative
speech acts of suggestion, imperative speech acts of command, and imperative
speech acts of permission. The imperative speech acts strategies found in Banjar
language are exaggerating of attention, approval, and sympathy to the listeners;
using a group identity marker (form of address, dialect, jargon); using jokes;
and providing an offer or a promise.

 

Abstrak
TULISAN ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan strategi tindak tutur bahasa Banjar.
Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana wujud tindak tutur imperatif dalam
bahasa Banjar dan strategi tindak tutur imperatif apa saja dalam bahasa Banjar. Ancangan
penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan
data adalah teknik rekam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud
tindak tutur imperatif yang terdapat dalam bahasa Banjar terdiri atas tindak tutur
imperatif permintaan, tindak tutur imperatif saran, tindak tutur imperatif perintah, dan
tindak tutur imperatif persilaan. Adapun strategi tindak tutur imperatif dalam bahasa
Banjar membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati kepada pendengar,
menggunakan penanda identitas kelompok (bentuk sapaan, dialek, jargon), menggunakan
lelucon, dan memberikan tawaran atau janji.


Keywords


tindak tutur, imperatif, pragmatik;speech act, imperative, pragmatics

Full Text:

PDF

References


Chaer, Abdul et al. 2010. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka.

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian.

Bandung: PT Eresco.

Gunawan, Asim.1994. “Kesantunan Negatif di Kalangan Dwibahasawan Indonesia-Jawa di Jakarta;

Kajian Sosiopragmatik” dalam PELBA 7. Penyunting Bambang Kaswanti Purwo. Yogyakarta:

Kanisius.

Jumadi. 2005. Representasi Kekuasaan. Jakarta: Pusat Bahasa.

Moleong, L. J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Musdalifah (Ed). 2010. “Kesantunan Meminta dalam Bahasa Banjar”. Dalam Jurnal Undas. Banjarbaru:

Balai Bahasa Banjarmasin.

Prasetyo, Aji. 2010. “Ngelulu dalam Bahasa Jawa”. Dalam Jurnal Kandai 6 (2): 151–161. Kendari:

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Rahardi R. Kunjana. 2005. Pragmatik. Jakarta: Erlangga.

Wijana, I Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi. 2011. Analisis Wacana Pragmatik. Surakarta: Yumna

Pustaka.

Yayuk, Rissari. 2012. “Pelanggaran Prinsip Kesantunan Supir Angkutan Umum Jurusan Martapura”.

Dalam Prosiding Seminar Kebahasaan dan Kesastraan Yokyakarta.Yoyakarta: Balai Bahasa

Yogyakarta.

Yule, George. 1996. Pragmatics. Terjemahan Jumadi. 2006. Pragmatik. Banjarmasin: Unlam.

Zaini, Ahmad (Ed). 2008. Kesantunan Direktif Bahasa Banjar. Undas. Banjarbaru: Balai Bahasa

Banjarmasin.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v14i2.198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz