DIALEKTOLOGI BAHASA BIAK

Yohanis Sanjoko, nfn Suharyanto, Eli Marawuri

Abstract


BIAK language is genetically one of West Papua New Guinea family, a sub-group
of language cluster of the Austronesia, Austronesian-Melayu Polinesian-Central
Eastern-Eastern Melayu-Polinesian-South Halmahera-West New Guinea-West New
Guinea-Cenderawasih Bay-Biak. This paper discusses the Biak language from
the dialectology perspective. The purpose of this paper is to describe the distinctive
elements of language contained in the Biak language variants, particularly at
the level of phonological and lexical; to describe the spreading pattern of the
linguistic elements differences; and to determine the status of each variant
contained in Biak language as well as its usage boundaries. Determination of
the status of a variant to the level of language, dialect, subdialect, or different
speech was done by a quantitative approach using dialectometry method. The
analysis of the data uses both intralingual match method and extralingual match
method. The results shows that the Biak language is divided into six variants
which each of them stands as subdialect. Biak language variants show differences
at the level of phonology and lexical.

 

Abstrak
BAHASA Biak adalah salah satu kelompok bahasa yang secara genetis termasuk dalam
kerabat keluarga bahasa West Papua New Guinea, subgrup rumpun bahasa Austronesia,
Austronesian-Melayu Polinesian-Central Eastern-Eastern Melayu-Polinesian-South
Halmahera-West New Guinea-West New Guine-Cenderawasih Bay-Biak. Tulisan ini
membahas bahasa Biak berdasarkan tinjauan dialektologi. Tujuan tulisan ini adalah
untuk mendeskripsikan perbedaan unsur-unsur kebahasaan yang terdapat di dalam
varian-varian bahasa Biak, terutama pada tataran fonologi dan leksikal; mendeskripsikan
pola penyebaran perbedaan unsur-unsur kebahasaan tersebut; dan menentukan status
tiap-tiap varian yang terdapat dalam bahasa Biak serta batas-batas wilayah pakainya.

Penentuan status sebuah varian ke dalam tingkatan bahasa, dialek, subdialek, atau
beda wicara dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif
dilaksanakan dengan metode dialektometri. Analisis data penelitian ini menggunakan
metode padan intralingual (PI) dan metode padan ekstralingual (PE). Hasil pembahasan
menunjukkan bahwa bahasa Biak terbagi ke dalam enam varian dan keenamnya
berstatus sebagai subdialek. Pada tataran fonologi dan leksikal varian-varian bahasa
Biak memperlihatkan perbedaan.


Keywords


dialektologi, fonologi, leksikal;dialectology, phonology, lexical

Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi.1979. Dialektologi: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan

Bahasa.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2008. Peta Bahasa-Bahasa di Indonesia. Jakarta:

Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Crowley, Terry. 1992. An Introduction to Historical Linguistics. Auckland: Oxford University Press.

Fautngil, Christ, et al. 1988. Fonologi Bahasa Biak. Jayapura: Kantor Wilayah Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan Provinsi Irian Jaya.

Fautngil, Christ, et al. 1992. Morfologi Bahasa Biak. Jayapura: Kantor Wilayah Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan Provinsi Irian Jaya.

Fautngil, Christ dan Frans Rumbrawer. 2002. Tata Bahasa Biak. Jakarta: Yayasan Servas Mario.

Fautngil, Christ, et al. 1998. Sintaksis Bahasa Biak. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan

Bahasa.

Fautngil, Christ, et al. 2007. Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Biak. Jayapura: Dinas Kebudayaan

Provinsi Papua.

Lauder, Multamia R.M.T.1993. Pemetaan dan Distribusi Bahasa-Bahasa di Tangerang. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mahsun.1995. Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Mahsun. 2006. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja

Grafindo Persada.

Rumbrawer, Frans, et al. 1994-1995. Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Biak. Jayapura: Kantor Wilayah

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Irian Jaya.

Soeparno. 1976. Kamus Bahasa Indonesia-Biak. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Steinhauer, Hein. 1985. Number in Biak: Counterevidence to Two Alleged Language Universal.

Bijdagen. Tot de Taal Land-en Volkenkunde.

Sudaryanto.1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana

Kebudayaan Secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Summer Institute of Linguistic. 2006. Bahasa-Bahasa di Indonesia. Jakarta: SIL Internasional Cabang

Indonesia.

Warami, Hugo. 2013. “Makna Un ‘Bawa’ dalam Bahasa Biak-Papua: Kajian Metabahasa Semantik

Alami.” Dalam Jurnal Kibas Cenderawasih Volume 10 Nomor 2 Oktober 2013. Jayapura:

Balai Bahasa Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v14i1.189

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz