ANALISIS SEMANTIK METAFORA WARNA BAHASA MINANGKABAU

Yulino Indra

Abstract


This paper tried to investigate the presence of the terms of colors and its connotation
in the metaphors of Minangkabau Language. To do so, the data were collected
from the native speakers and from the books such as Minangkabau Language Dictionary,
The Minangkabau Language of Proverb, text of randai, and the lyrics of
Minangkabau songs. The metaphorical color expressions were analysed by correlating
them with their literal meanings and other factors such as physical, psychological,
historical, and cultural. The findings of this research showed that there were
six colors found in metaphorical expression, i.e itam ’black’, putiah ‘white, kulabu
’grey’, sirah ’red’, kunyiang ’yellow’, and ijau ’green’. Some colors such as black,
white, red, and yellow, contained both negative and positive connotation. However,
the other colors such as grey and green only contained negative connotation. These
methaporical color expressions were unique because they were mostly influenced by
many factors in Minangkabau language and culture.

Abstrak
Makalah ini mencoba meneliti keberadaan warna-warna dan makna yang dikandung
dalam ekpresi metafora bahasa Minangkabau. Data diperoleh dari penutur asli
dan beberapa buku di perpustakaan, seperti Kamus Bahasa Minangkabau, Kamus
Ungkapan Bahasa Minangkabau, teks randai, dan lirik lagu. Konotasi ekpresi
metafora warna tersebut dianalisis dengan cara menghubungkannya dengan makna
literalnya. Selain itu, analisis juga dikaitkan dengan faktor-faktor lain, seperti keadaan
fisik, psikologi, sejarah, dan budaya yang mempengaruhinya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ada enam warna yang ditemukan dalam ekspresi metafora
bahasa Minangkabau, yaitu itam ‘hitam, putiah ‘putih’, kulabu ‘abu-abu’, sirah
‘merah’, kunyiang ‘kuning’, dan ijau ‘hijau’. Ekspresi metafora yang menggunakan
warna hitam, putih, merah, dan kuning memiliki konotasi positif dan negatif.
Akan tetapi, ekpresi metafora yang menggunakan warna abu-abu dan hijau hanya
memiliki konotasi negatif. Setiap ekpresi metafora yang menggunakan kata warna
dalam bahasa Minangkabau memiliki keunikan. Keunikan metafora warna tersebut
sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam bahasa dan budaya Minangkabau.


Keywords


Metaphors; Minangkabau; language; connotation; color

Full Text:

PDF

References


Conklin, Harold C. 1964. “Haninoo Color Categories”. Dalam Hymes, hlm. 189--192

Croft, W dan A.D. Cruse. 2004. Cognitive Linguistics. Cambridge, Cambridge University Press.

Diana, et al. 2015. Kamus Ungkapan Bahasa Minangkabau. Padang: Balai Bahasa Sumatera Barat.

Guime, He. 2011. “A Comparative Study of Color Methapors in English and Chinese”. Dalam Theory

and Practice in Language Studies. Vol. 1 No. 12, hlm. 1804—1808.

Hadi, Wisran. 2014. “Randai Cindua mato”. Dalam http://wisran hadi.wordpress.com. Diunduh 21

Oktober 2016.

Kovesces, Zoltan. 2006. Universality and Variation in the Use of Metaphor. Cambridge. Cambridge

University Press.

Lakoff & Johnson. 2000. Metaphors We Live By. The University of Chicago Press.

Oktavianus dan Revita. 2013. Kesantunan dalam Bahasa Minangkabau. Padang: Minangkabau Press.

Osgood, Charles. 1953. Method and Theory in Experimental Psycology. New York. Oxford University

Press.

Pamuntjak, M. Thaib. 1935. Kamoes Minangkabau – Bahasa Melajoe Riau. Batavia; Balai Pustaka.

Philip, G. 2006. Connotative Meaning in English and Italian Color-word Metaphor. Dalam hhtp//

metaphoric.de/10/Philips.pdf. Diunduh 20 Oktober 2016.

Rasekh, Abbas Eslami and Ghafel, Banafsheh. 2011. “Basic Colors and Their metaphorical Expression

in English and Persian: Lakoff’s Conceptual Metaphor Theory in Focus”. Dalam http://

eprints.ibu.edu.ba/33/1/FLTAL%202011%20Proceed%C4%B1ngs%20Book_1_p211-

-p224.pdf. Diunduh 20 Oktober 2016.

Ruiz de Mendoza, 2006. “Grounding Constructional Meaning” plenary lecture, II international

Workshop: Metaphor and Discourse, Where Communication and Cognition Meet, Universitat

jaume I, castello, Februari 2--3.

Saydam, Gozali. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Minang. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan

Minangkabau (PPIM).

Wahab, Abdul. 1990. “Metafora sebagai Sistem Pelacak Ekologi”. Dalam Pertemuan Linguistik

Lembaga Bahasa Atma Jaya III. Yokyakarta: Kanisius.

Wijana, I Dewa Putu. 2015. “Metaphors of Color in Indonesia”. Dalam Humaniora, Vol. 27, No.1,

hlm. 3--13.

Wierzbicka, Anna. 1990. “The Meaning of Color Terms: Semantics, Culture, and Cognation”. Dalam

Cognitive Linguistics: Antrhopology 2, hlm. 3--29.

Zang. 2007. “A Comparison of Color Terms and Their Translation”. Dalam US-China Foreign

Language, vol. 45, hlm. 28--32




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i1.159

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz