MANIPULASI REALITAS MELALUI EUFEMISME BAHASA DALAM BERITA POLITIK KORAN TEMPO

NFN Sariah

Abstract


This study discusses the manipulation of reality through the political euphemism in
Koran Tempo. Euphemism is used as a strategy of government--Jokowi’s cabinet-- to
manipulate the reality of the occuring political dynamics. This study uses qualitative
paradigm to uncover manipulation of reality through language and euphemism
usage in political news in Koran Tempo: once the main problem in this paper.
Definition The research is based on the concept of Wijana and Rohmadi (2008:
104-109), also Zollner (1997: 92). Those findings were the manipulation of reality
occurance were using seven reasons why euphemisms is being used in political news
Koran Tempo, such as (1) avoid using words that may cause panic or fear; (2)
soften the speech so as not to offend, insult or humiliate a person; (3) for diplomacy
or rhetorical purposes; (4) euphemism to replace the words are forbidden, taboo,
vulgar, or a negative connotation; (5) for confidentiality; (6) respect others; (7)
satirize, criticize smoothly. In addition, most common data found was euphemisms
for insinuating or criticizing smoothly. Their usages dominated phrase than others
form, such as the clause--deeds phrase prankster, a war of nerves, must be secured,
pitting with provocation and politicking, measures to prevent the political climate,
the irresponsible, efforts treason, etc.

 

Abstrak
Penelitian ini membahas manipulasi realitas melalui eufemisme bahasa dalam
berita politik Koran Tempo dengan memperhatikan latar belakang eufemisme
itu digunakan. Strategi eufemisme yang digunakan penguasa, dalam hal ini
Pemerintahan Jokowi, adalah untuk memanipulasi realitas terhadap dinamika politik
yang terjadi. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap
manipulasi realitas melalui eufemisme bahasa dan latar belakang pemakaiannya
dalam berita politik di Koran Tempo sekaligus menjadi pokok masalah dalam tulisan
ini. Ancangan tulisan ini menggunakan konsep Wijana dan Rohmadi (2008:104—
109) serta Zollner (1997:92). Temuannya adalah manipulasi realitas terjadi dengan
menggunakan tujuh alasan mengapa eufemisme digunakan dalam berita politik Koran
Tempo, yaitu (1) eufemisme untuk menghindari penggunaan kata-kata yang dapat
menimbulkan kepanikan atau katakutan; (2) eufemisme untuk memperhalus ucapan
agar tidak menyinggung, menghina, atau merendahkan seseorang; (3) eufemisme
untuk berdiplomasi atau tujuan retoris; (4) eufemisme untuk menggantikan katakata
yang dilarang, tabu, vulgar, atau berkonotasi negatif; (5) eufemisme untuk
merahasiakan sesuatu; (6) eufemisme untuk menghormati orang lain; (7) eufemisme
untuk menyindir, mengkritik dengan halus. Di samping itu, data yang paling banyak
ditemukan adalah eufemisme untuk menyindir atau mengkritik dengan halus. Bentuk

frasa mendominasi penggunaanya jika dibandingkan dengan bentuk klausa, seperti

frasa perbuatan orang iseng, perang urat saraf, harus diamankan, mengadu domba
dengan provokasi dan politisasi, upaya meredam suhu politik, pihak yang tidak
bertanggung jawab, upaya makar, dan sebagainya.


Keywords


euphemism; political news; Koran Tempo; eufemisme; berita politik,

Full Text:

PDF

References


Allan, Keith & Burridge. 1991. Euphemism & Dysphemism Language Used as Shield and Weapon.

Oxford: Oxford University.

Djajasudarma, T. Fatimah. 2010. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian.

Bandung: Refika Aditama.

Fatah, W.S. 1999. Otaritarianisme dan Distorsi Bahasa. Jakarta: Pusat Bahasa.

Keraf, Gorys. 2007. Diksi dan Gaya Bahasa (Edisi yang Diperbaharui). Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik Edisi ke-4. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Laili, Elisa Nurul. 2012. “Eufemisme dan Disfemisme pada Wacana Lingkungan dalam Media Massa

di Indonesia”. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tesis. Tidak Diterbitkan.

Leech, Geoffrey. 2003. Semantik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa: Metode dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rubby, Tia dan Dardanilla. 2008. “Eufemisme pada Harian seputar Indonesia” dalam Logat. Volume

IV. Nomor 01. April 2008. Hlm. 53—63. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Wardhaugh, Ronald. 2002. An Intoductions to Sociolinguistics. Massachusetts: Blackwell Publishers

Inc.

Wijana, I Dewa Putu & Muhammad Rohmadi. 2008. Semantik, Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma

Pustaka.

Zolner, Nicole. 1997. Der Euphemismus im Alltaglichen und Politischen Sprachgebrauch des

Englischen. Frankfurt am Main: Peter Lang GmbH.

Zuchdi, Darmiyati. 1993. Panduan Analisis Konten. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i1.157

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz