PERBANDINGAN ISTILAH PERKAWINAN MASYARAKAT SEDULUR SIKEP SUKOLILO DENGAN ISTILAH PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA STANDAR

Retno Hendrastuti

Abstract


Sedulur Sikep community have a different tradition concerning the life cycle,
including marriage. This descriptive qualitative paper uses an ethnolinguistic
approach which aims at identifying the similarities and the differences in the
Sedulur Sikep of Sukolilo, Pati, West Java, community’s marriage tradition and that
of the standard Javanese community’s. The data were taken from the Sedulur Sikep
Sukolilo community’s marriage terms which were collected using observations and
interviews. The result showed that there were eleven marriage terms of Sedulur
Sikep community’s which were similar to those of the standard Javanese community’s
terms concerning abstract and concrete objects representing conditions of marriage;
there were ten identical terms containing different meaning concerning marriage
vows and family trees; there were five different words containing the same meaning
concerning rituals and stages of marriage. In general, the Sedulur Sikep’s marriage
tradition was very simple and different as a reflection of a different way of life.


Abstrak

Sedulur Sikep memiliki tradisi yang berbeda berkaitan dengan daur kehidupan,
termasuk perkawinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif
dengan pendekatan etnolinguistik yang bertujuan mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan istilah dalam tradisi perkawinan masyarakat Sedulur Sikep Sukolilo, Pati,
Jawa Tengah dengan istilah standar perkawinan masyarakat Jawa Tengah. Data
penelitian ini berupa istilah-istilah perkawinan masyarakat Sedulur Sikep Sukolilo,
Pati, Jawa Tengah. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan observasi serta
wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebelas istilah perkawinan
masyarakat Sedulur Sikep yang sama dengan perkawinan masyarakat Jawa
standar yang terkait dengan benda abstrak dan konkret yang mewakili kondisi dan
persyaratan perkawinan; ada sepuluh istilah yang sama dengan makna yang berbeda
terkait dengan istilah ikrar perkawinan dan silsilah keluarga; serta ada lima istilah
yang berbeda dengan makna yang sama atau hampir sama terkait dengan ritual serta
tahapan perkawinan. Secara umum tradisi perkawinan masyarakat Sedulur Sikep
sangat sederhana dan berbeda sebagai refleksi sikap hidup yang berbeda.


Keywords


standard Javanese language, marriage terms; difference; similarity; Sedulur Sikep Sukolilo; bahasa Jawa standar; istilah perkawinan; perbedaan; persamaan; Sedulur Sikep Sukolilo

Full Text:

PDF

References


Abdullah, W. 2010. “Masyarakat Samin di Kabupaten Blora: Tradisi, Bahasa, dan Modernitas (Studi

Awal Etnolinguistik)”.http://www. google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBQ

QFjAA&url=http%3A%2F%2Fperpustakaan.uns.ac.id%2Fjurnal%2Fupload_file%2F34-

fullteks. doc&rct=j&q=MASYARAKAT %20SAMIN%20DI%20KABUPATEN%20

BLORA%3A%20TRADISI%2C%20BAHASA%2C%20DAN%20MODERNITAS%20

(STUDI%20AWAL%20ETNOLINGUISTIK)&ei=4n8qTav4DoPUrQe92z2DA&usg=AFQ

jCNEOhYHiKe8BKGlht3HztltepJmf4g&sig2=Ttwtp5YK85 AONosOF8X2qw&cad=rja.

Diunduh pada 20 Maret 2015, Pukul 20.32 WIB.

Abdullah, W. 2013. “Tokoh Sedulur Sikep Mantu (2-Habis) Enggan Mencatatkan Perkawinan”. Suara

Merdeka, Jum’at, 12 November, hlm. A, B kolom 2.

Abdullah, W., dkk. 2013. “Kearifan Lokal dalam Bahasa dan Budaya Orang Samin di Kabupaten

Blora.” Laporan Penelitian Hibah Fundamental. Surakarta. Fakultas Sastra dan Seni Rupa

UNS.

Asikin, S. 2004. “Orang Samin di Sukolilo, Pati (1) Wong Sikep yang Skeptis”. http://www.

suaramerdeka.com/harian/ 0403/17/nas9.htm. Diunduh pada 23 Maret 2015, Pukul 09.57

WIB.

Bratasiswara. 2008. Bauwarna: Adat Tata Cara Jawa. Jakarta: Yayasan Suryasumirat.

Bratawidjaja, T. W. 1997. Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Darmastuti, R. 2005. “Pola Komunikasi Masyarakat Samin Khususnya Komunitas di Sukolilo,

Pati”. http://ppssp-uksw.org/syssites/default/files/05.%20Darmastuti%20-20Pola%20Komu

nikasi%20Masyarakat%20Samin. Diunduh pada 24 Maret 2015, Pukul 10.45 WIB.

Djajasudarma, T. F. 1993. Metode Linguistik: Ancangan Metode. Penelitian dan Kajian. Bandung:

PT. Eresco.

Efendi, M. N. 2010. “Tokoh Sedulur Sikep Mantu (1) Akademisi, Mantan Pejabat hingga Masyarakat

Umum hadir”, Suara Merdeka, Kamis, 11 November, hlm. A, B kolom 1.

Geertz, C. 1960. The Religion of Java. Glencoe: The Free Press.

Kridalaksana, H. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lestari, I. P. 2013. “Interaksi Sosial Komunitas Samin dengan Masyarakat Sekitar Komunitas” 5 (1)

: 74—86.Diunduh pada 24 Maret 2015, Pukul 10.00 WIB.

Moleong, L. J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muljana, S. 2006. Sriwijaya. Yogyakarta: LKIS.

Mumfangati, T. 2004. Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Samin, Kabupaten Blora, Provinsi

Jawa Tengah. Yogyakarta: Jarahnita.

Rosyad, U. 2013. “Wong Samin Penganut Agama Nabi Adam yang Anti-Poligami”. http:// www.

kompasiana.com/ abyarsyyadwahaby.blogspot.com/ wong-samin-penganut-agama-nabiadam-

yang-anti-poligami_550097d98133110 c51fa6fca. Diakses pada 25 Agustus 2015,

Pukul 14.07 WIB.

Spreadley, J. 2006. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sutopo, H.B. 2006. Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian Surakarta:

Universitas Sebelas Maret.

Suyami. 2007. Wong Samin Penganut Agama Nabi Adam yang Anti Poligami. http://www.kompasiana.

com/abyarsyyadwahaby.blogspot. com/wong-samin-penganut-agama-nabi-adam-yang-antipoligami_

d98133110 c51f a6fca. Diakses pada 12 Agustus 2015, Pukul 14.55 WIB.

Suyami, ed. 2007). Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Samin Kabupaten Blora Jawa Tengah,

Yogyakarta: Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blora Pemkab Blora, Sejarah

Samin [online] tersedia pada http://www. blorakab.go.id/03_ samin. php>. Diakses pada 1

September 2015, Pukul 13.45 WIB.

Utomo, S. L. 2008. “Menyoal Perluasan Pabrik Semen Mengusik Kearifan Lokal Masyarakat Sedulur

Sikep di Pati-Jateng”. http://lpshhilc. multiply.com/journal/item/10/Menyoal_Perluasan_

Pabrik _Semen_Mengusik_Kearifan_Lokal_Masyarakat_Sikep_di_Pati_-_Jateng. Diunduh

pada 21 Desember 2010, Pukul 09.19 WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i1.156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz