AFIKS DERIVASIONAL DAN INFLEKSIONAL BAHASA SOBEY DI KABUPATEN SARMI PROVINSI, PAPUA

Arman Mappiasse

Abstract


This research aims to describe about derivational and inflectional affixes
in Sobey and to know whether there is any morphophonemic process of
affixation process in Sobey language as well. This research uses qualitative
descriptive method with recording and noting as data collecting techniques.
Stages in data collecting of this research are: (1) data collecting, (2) data
analyzing, and (3) presentation of data analysis result. The result shows that
there are some affixes in Sobey language, such as, there are six prefix types
of inflexion formed, eight types of suffix formed, two types of infix formed,
and one type of circumfix or ambifix which is in derivational and inflectional
manifestation. This affixation process in Sobey language does not create any
morphophonemic phenomenon.

 

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan afiks-afiks derivasi dan infleksi
dalam bahasa Sobey serta mengetahui ada tidaknya proses morfofonemis
pada proses afiksasi dalam bahasa Sobey. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data perekaman
dan pencatatan. Adapun langkah-langkah pengumpulan data yang digunakan
dalan penelitian ini melalui tiga tahapan, yaitu (1) tahap penyediaan data,
(2) tahap penganalisisan data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Sobey terdapat 6
prefiks pembentuk infleksi dan derivasi, 8 sufiks pembentuk infleksi serta
7 pembentuk derivasi, 2 infiks pembentuk derivasi, dan terakhir hanya ada
1 konfiks pembentuk infleksi. Proses afiksasi dalam bahasa Sobey tidak
menimbulkan adanya peristiwa morfofonemik.


Keywords


affix; derivational; inflectional; Sobey language; Afiksasi; derivasi; infleksi; bahasa Sobey

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan (Ed.). 1999. Bahasa Nusantara: Posisi dan Penggunaannya Menjelang Abad ke-21.

Jakarta: Pustaka Pelajar.

Brataatmaja, T. Heru Kasida. 1987. Morfologi Bahasa Indonesia. Kanisius: Yogyakarta.

Brinton, Laurel J. 2000. The Structure of Modern English: A Linguistic Introduction. Amsterdam:

John Benyamins.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Halim, Amran. (Ed.) 1980. Pembinaan Bahasa Nasional. Jakarta: P3b. Depdikbud.

Hanro, Y. Lekitoo dan Djeki R. Djoht. 2005. Sejarah Sarmi. Jayapura: Pemerintah Kabupaten Sarmi,

Provinsi Papua & Laboratorium Antropologi Uncen.

Keraf, Gorys. 1991. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Parera, Jos Daniel.1990. Morfologi. Jakarta: Gramedia.

Ramlan, M. 1978. Ilmu Bahasa Indonesia, Morfologi. Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University

Press.

Sriyono dkk. 2014. Morfologi Cerita Rakyat Sobey. Jayapura. Balai Bahasa Papua.

Verhaar, J.W.M. 2006. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i1.151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz