PENGGUNAAN BAHASA DAN IDENTITAS SUKU BONAI (THE LANGUAGE USE AND THE IDENTITY OF BONAI TRIBE)

Imelda Yance

Abstract


Ranah penggunaannya bahasa suku Bonai  (salah satu suku asli/ terasing di Provinsi Riau) sedang terancam (Yance dkk., 2017). Padahal, bahasa bagi kelompok linguistik minoritas seperti suku Bonai sangat melekat dengan identitas. Kajian ini difokuskan pada penggunaan bahasa dan identitas suku Bonai. Tujuannya adalah memetakan penggunaan bahasa dalam komunikasi intraetnis dan antaretnis; distribusinya berdasarkan ciri-ciri sosial; dan kaitannya dengan identitas. Kajian ini bersifat kuantitatif dan kualitatif. Bahasa suku Bonai digunakan dalam komunikasi intraetnis (88.3%) dan bahasa Indonesia dalam komunikasi antaretnis (77.28%). Responden perempuan, berumur >50 tahun, berstatus kawin, tinggal  di perdesaan, berpendidikan dasar, dan bekerja di sektor swasta paling dominan menggunakan bahasa Bonai untuk komunikasi intraetnis. Sementara itu, responden  perempuan, berusia 25—50 tahun, berstatus tidak kawin, tinggal di perkotaan, berpendidikan tinggi, dan bekerja sebagai PNS  paling dominan berbahasa Indonesia untuk komunikasi antaretnis. Penggunaan bahasa suku Bonai dalam komunikasi intraetnis, dalam ranah keagamaan, dan dalam ranah budaya merupakan pemertahanan identitas suku Bonai.

 

 


Keywords


penggunaan bahasa; identitas; kelompok linguistik minoritas; suku asli; suku Bonai

Full Text:

PDF

References


Bichani, Sanaa. (2015). “A Study of Language Use, Language Attitudes and Identities in Two Arabic Speaking Communities in the UK.” Disertasi . http://etheses. whiterose.ac.uk/10502/1/Sanaa%20Bichani%20thesis%202015. pdf pada 26 Oktober 2017.

Cooper, Robert L and Greenfield, Lawrence. (1969). “Language Use in a Bilingual Community” http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1540-4781.1969. tb04584.x/epdf?r3 pada 25 November 2017.

Crystal, David. (2000). Language Death. Cambridge: Cambridge University Press.

Dorais, L.J. (1995). “Language, Culture and Identity: Some Inuit Examples.” Dalam Canadian Journal of Native Studies, http://www3.brandonu.ca/cjns/15.2/dorais.pdf pada 2 November 2017

Dornyei, Zoltan. (2007). Research Methods in Applied Linguistics: Quantitative, Qualitative, and Mixed Methodologies. China: Oxford University Press.

Errico, Stefania. (2017). The Rights of Indigenous Peoples in Asia Human Rights-Based Overview of National Legal and Policy Frameworks Against the Backdrop of Country Strategies for Development and Poverty Reduction. http://www.ilo.org/ wcmsp5/ groups/public/---dgreports/--gender/documents/ publication/wcms_545487.pd pada 19 Oktober 2017

Fasold, Ralp. (1984). The Sociolinguistics of Society. Basil Blackwell: Oxford.

Fisher, Felicia., Shinn, Nicholas., and Vincent, Andrew. (2017). Preserving Endangered Languages and Cultures of Indigenous Peoples https://www.odu.edu/content/dam/odu/offices/mun/2018/ib-2018-3rd-indigenous-peoples. pdf pada 19 Oktober 2017.

Fishman, J. (1965). “Who Speak What Language to Whom and When’. Dalam La Linguistique. http://www.jstor.org/stable/ 30248773 pada Oktober 2017.

---------(1972). Sociolinguistics: A Brief Introduction. Massachusetts: Newbury House.

Forum Asia. (2010). Asean’s Indigenous Peoples. https://www.iwgia.org/ images/publications//0511_ASEAN_BRIEFING_PAPER_eb.pdf pada 19 Oktober 2017

GoRiau. Com (2015). Masyarakat Suku Bonai Gelar Aksi Demo di Kantor Bupati Rohil. https://www.goriau.com/ pada 11 Oktober 2017.

Headland, Thomas N. (2014). Thirty Endangered Languages in the Philippines. http://arts-sciences.und.edu/summer-institute-of-linguistics/work-papers/_files/docs/2003-headland.pdf

Oktober 2017

Hoffman, Chalotte. (1991). An Introduction to Bilingualism. Singapore: Longman.

JPNM.com, (2014). 250 Suku Terasing Terancam Punah. https://www.jpnn.com/ pada 23 Oktober 2017.

Kompas.com. (2010). Komunitas Adat Terpencil Butuh Perhatian. http://nasional.kompas.com/read/2010/11/25/03184238/komunitas.adat.terpencil.butuh.perhatian pada 25 September 2017.

Owen, Claire. (2011). “Language and Cultural Identity: Perceptions of the Role of Language in the Construction of Aboriginal Identities.” Thesis Carleton University https://curve. carleton.ca/ system/files/ etd/c40c295c-b61c-4179-b28a-14efcfbaea6a/ etd_pdf/ 6b771f15647e39be36962478cadb5926/owen-language andculturalidentityperceptions ofthe.pdf 12 November 2017

Price, Polly Louise. (2010). “A Sociolinguistic Study of Language Use and Identity amongst Galician Young Adults.” A Thesis Submitted to The University of Birmingham. etheses.bham.ac.uk/867/1/Price10MPhil_A1a.pdf pada 25 September 2017.

Labov, William. (1991). “Three Dialects of English. In P. Eckert (Ed.),” New Ways of Analyzing Variation in English. New York: Academic. 1– 45.

Prayogi, Ryan. (2017). “Pergeseran Nilai-nilai Budaya pada Suku Bonai sebagai Civic Culture di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.” Tesis Universitas Pendidikan Indonesia. http://repository.upi.edu/. pada 10 September 2017.

Sumarsono dan Partana, Paina. (2002) Sosiolinguistik.. Yogyakarta: Sabda dan Pustaka Pelajar.

Straker, Dolores Y. (2007) ”Situasional Variables in Language Use.” Dalam Illinois. Illinois: University of Illinois. https:// www.ideals.illinois. edu/ bitstream/handle/2142/17867/ctrstreadtechrepv01980i00167_opt.pdf pada 25 September 2017.

Yance, Imelda dkk. (2017). “Vitalitas Bahasa Suku Bonai.” Laporan Penelitian Balai Bahasa Riau.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v16i2.141

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz