Penggunaan Kata Jamu dan Herbal dan Sistem Pengetahuan Indonesia: Sebuah Kajian Linguistik Antropologis Teks Politik Indonesia”

NFN Ubaidillah

Abstract


This article aims to explore the relation between the usage of the words jamu and
herbal in Indonesian political texts on pharmacology and the Indonesian system of
knowledge. Indonesian language borrows the word jamu from Javanese, as well the
word herbal from English. Linguistic anthropology approach is used to describe the
purpose of this writing and the data are collected by observation method. The result
shows that the words jamu and herbal in political texts are used to label the types
of the natural ingridients hierarchically. Lexically, the word jamu and the phrase
herbal drug have similar element of meaning as a lingual unit to signify the meaning
of naturally processed herbs. This similarity of meaning offers two distinctions for
its usage in the political texts. The selection and distinction of both words in such
usage form an relationship with the scientific process as its hierarchical pulley. Such
evolutive hierarchical relation is influenced by the construction of the Indonesian
system of knowledge which puts the knowledge system of English as higher than
Javanese language knowledge system.

 

Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kaitan penggunaan kata jamu dan
herbal dalam teks politik Indonesia, yaitu yang terkait dengan pengobatan dengan
sistem pengetahuan Indonesia. Bahasa Indonesia menyerap kata jamu dari bahasa
Jawa, sedangkan kata herbal dari bahasa Inggris. Pendekatan linguistik antropologis
digunakan untuk mendeskripsikan tujuan penelitian dan pengumpulan data dilakukan
dengan metode simak. Berdasarkan hasil penelitian, kata jamu dan herbal pada teks
politik digunakan untuk melabeli jenis obat berbahan alam secara hierarkis. Secara
makna leksikal, kata jamu dan obat herbal memiliki kesamaan unsur makna sebagai
satuan lingual untuk menandakan makna obat hasil olahan herba. Kesamaan makna
ini memberikan dua pilihan dalam penggunaannya dalam teks politik. Pemilihan
dan pemilahan keduanya dalam penggunaan di teks politik bidang farmasi Indonesia
membentuk relasi hierarki-evolutif dengan proses ilmiah sebagai katrol hierarkinya.
Relasi hierarki-evolutif tersebut dipengaruhi oleh konstruksi sistem pengetahuan
Indonesia yang menempatkan sistem pengetahuan dari bahasa Inggris sebagai hal
yang lebih tinggi daripada sistem pengetahuan dari bahasa Jawa.


Keywords


Etnolinguistic; knowledge system; admistration language; language ideology; Indonesian language.

Full Text:

PDF

References


Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Aplikasi Luring Kamus Besar Bahasa Indonesia. diakses 26 Nopember 2016.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 381/MENKES/SK/III/2007 tentang Kebijakan Obat Tradisional Nasional.

Duranti, Alessandro. (1997). Linguistic Anthropology. New York: Cambrigde University Press.

Echeverria, Begoña. (2003). "Schooling, Language, and Ethnic Identity in the Basque Autonomous Community." Anthropology & Education Quarterly 34, no. 4 (2003): 351-72.

http://www.jstor.org/stable/3651321. diakses 7 Oktober 2016.

Foucault, Michael. (2012). Arkeologi Pengetahuan. Yogyakarta: IRCISoD.

Goddard, Cliff. C dan Anna A. Wierzbicka. (2014). Words and meanings: lexical semantics across domains, languages, and cultures. New York: Oxford University Press. https://www.amazon.com/Words-Meanings-Semantics-Languages-Cultures/dp/0199668434 dibaca 10 Januari 2017

Hansen, Jette G., dan Jun Liu. (1997). "Social Identity and Language: Theoretical and Methodological Issues." TESOL Quarterly 31, no. 3 (1997): 567-76.

doi:10.2307/3587839. diakses 7 November 2016.

Oxford Living Dictionaries. https://en.oxforddictionaries.com/definition/herb diakses 26 Nopember 2016.

Oxford Living Dictionaries. https://en.oxforddictionaries.com/definition/herbal diakses 26 Nopember 2016.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2012). Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.

Phillipson, Robert. (2001) "English for Globalisation or for the World's People?" International Review of Education / Internationale Zeitschrift Für Erziehungswissenschaft / Revue Internationale De L'Education 47, no. 3/4 (2001): 185-200. http://www.jstor.org/stable/3445340. diakses 4 Oktober 2016.

Presiden Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.

Presiden Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.

Poerwadarminta, W.J.S. (1939). Baoesastra Djawa. Batavia:Groningen.

Purwaningsih, Ernie H. (2013). Jamu, Obat Tradisional Asli Indonesia: Pasang Surut Pemanfaatannya di Indonesia. eJurnal Kedokteran Indonesia, vol. 1, no. 2, hal. 85-89.

Pusat Bahasa. (2007). Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Riley, Phillip. (2007). Language, Culture, and Identity. London: Continum.

Saeng, Valintinus. (2012). Herbert Marcus: Perang Semesta Melawan Kapitalisme. Jakarta: Gramedia.

Sapir, E. (1929). "The Status of Linguistics as a Science." Language 5, no. 4 (1929): 207-14. doi:10.2307/409588. diakses 19 Desember 2016

Spradley, James. (1997). Metode Etnografi (penerjemah Misbah Zulfa Elizabeth). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Winford, Donald. (2010). Contact and Borrowing. The Handbook of Language Contact, Raymond Hickey (eds). United Kingdom: Willey-Blackwell Hal 170-185.

Yunyu, Xu. (2015). Warna Dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia: Sebuah Kajian Linguistik Antropologis. Disertasi. Universitas Gadjah Mada.

Zoetmolder, P.J. dan S.O. Roben. (2004). Kamus Bahasa Jawa Kua-Indonesia (terjemhan Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i2.105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz