Wanita dalam Peringatan Hari Kartini: Kajian pada Opini Republika, Kompas, dan Jawa Pos

Alberta Natasia Adji

Abstract


The writing aims to highlight women’s opinions and aspirations under the theme of
Kartini Day from three biggest printed media in Indonesia, all published on April 21,
2016. The three printed media are Jawa Pos, Kompas, and Republika. The sources
of the data are three columns written by three women figures regarding R.A. Kartini
and violence issues still experienced by women in the modern era. The principal
theory applied in this study is critical discourse analysis (CDA) theory coined by
Norman Fairclough. The applied method of the research is the library method using
the recording technique. The conclusion of the study toward the three newspaper
texts are: (1) Republika praised Kartini’s role as the pioneer of emancipation and
muslimah but did not view her fate as a victim of polygamous marriage, (2) Kompas
and Jawa Pos defied polygamy, with (3) Kompas criticising Kartini as the fourth
wife and Jawa Pos commenting on the rising trend of patriarchal Islamic novels in
Indonesia.

 

Abstrak
Penelitian ini bertujuan menyoroti opini dan aspirasi perempuan dengan tema Hari
Kartini dalam tiga media cetak terbesar di Indonesia yang diterbitkan pada 21 April
2016. Ketiga koran tersebut ialah Jawa Pos, Kompas, dan Republika. Sumber data
penelitian ini adalah ketiga kolom yang ditulis oleh ketiga tokoh wanita terkait tokoh
R.A. Kartini dan isu-isu kekerasan yang masih dialami perempuan di zaman modern.
Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis wacana
kritis (AWK) yang dicetuskan oleh Norman Fairclough. Metode penelitian yang
digunakan ialah metode pustaka dengan teknik catat. Simpulan penelitian terhadap
ketiga wacana tersebut ialah (1) Republika mengunggulkan peran Kartini sebagai
pelopor emansipasi, tetapi lebih kepada perannya sebagai seorang muslimah dan
tidak menyinggung nasibnya sebagai korban pernikahan poligami, (2) Opini Kompas
dan Jawa Pos yang sama-sama menentang praktik poligami, dengan (3) Kompas
yang mengkritisi nasib Kartini sebagai istri keempat dalam rumah tangganya dan
Jawa Pos yang mengomentari tren munculnya novel-novel Islami yang cenderung
patriarkal pada masyarakat saat ini.


Keywords


CDA; Kartini; printed media; women’s opinions

Full Text:

PDF

References


Fairclough, Norman and Ruth Wodak. “Critical Discourse Analysis.” In Discourse as Social Interaction (Discourse Studies 2: A Multidisciplinary Introduction), by Teun A. van Dijk, 258-284. London, California, and New Delhi: SAGE Publications, 1997.

Hamad, Ibnu. “Lebih Dekat dengan Analisis Wacana.” Mediator, Vol. 8 No. 2, 2007: 325-343.

Karnanta, Kukuh Yudha. “Representasi Yahudi dalam Media di Indonesia.” Komunikator, 2010 (Vol. 2 No.2): 161-178.

Madasari, Okky. “Narasi Perempuan di Linimasa.” Jawa Pos, Kamis, 21 April 2016: 4.

Tischer, Stefan, Michael Mayer, Ruth Wodak and Eva Vetter. Metode Analisis Teks & Wacana. London: SAGE Publications, 2009.

Tunggal, Nawa. “Gagasan Kartini Selalu Hidup.” Kompas, Kamis, 21 April 2016: 12.

van Dijk, Teun A. “The Study of Discourse.” In Discourse as Structure and Process (Discourse Studies Volume 1: A Multidisciplinary Introduction), by (Edited by Teun A. van Dijk), 1-34. London, California and New Delhi: SAGE Publications Ltd, 1997.

Wazis, Kun. Media Massa dan Konstruksi Realitas. Malang dan Yogyakarta: Aditya Media Publishing, 2012.

Wirianingsih. “Inspirasi Kartini dan Kepeloporan.” Republika, Kamis, 21 April 2016: 6.




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/metalingua.v15i2.100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal METALINGUA Indexed by:

Google Scholar Directory of Open Access JournalIndonesian Scientific Journal Database (ISJD)  Crossref Mendeley 

 

@2016 Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 Laman: http://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/

Powered by OJS, edited by donz